Ramlan Nurmatias telah Berikan Solusi Pemenuhan Air Terkait Kurangnya Debit Air Bersih Bukittinggi

Bukittinggi – Sebagaimana dilansir dari sumbartime.com memberitakan tentang kurangnya debit air bersih (PAM) di Kota Bukittinggi saat ini menjadi topik pembicaraan di tengah-tengah masyarakat.

Direktur PDAM kota Bukittinggi. Budi Suhendra,ST,. saat dimintai keterangan awak media sumbartime.com di ruang kerjanya, Rabu, 25 Mai 2022.

Budi mengatakan, “Itu tidak lebih dari kebutuhan dan ketersediaan air baku di PDAM kota Bukittinggi. Sebagai mana kita ketahui jumlah pengunjung di kota Bukittinggi pada saat libur lebaran Ini mencapai angka 400 ribuan pengunjung,” katanya.

Sementara itu jumlah debit air di kota Bukittinggi ini tetap dan kebutuhan nya meningkat yang mana pertambahan penduduk di kota ini signifikan pada saat libur lebaran ini.

Menanggapi adanya polemik air bersih di Bukittinggi ini, warga Bukittinggi yang juga merupakan Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kota Bukittinggi, Dr (cand). Riyan Permana Putra, S.H., M.H., menyatakan sebenarnya solusinya sudah ada pada masa Bapak Ramlan Nurmatias di mana pada Januari 2022 (sesuai data dari Facebook Dinas Kominfo Bukittinggi yang telah menjadi jejak digital). Di mana saat itu Bapak Ramlan Nurmatias telah membicarakan upaya pemenuhan air bersih, dengan mengajak warga Panorama Baru duduak basamo. Solusi ini memang sudah berlalu dua tahun lalu. Namun sampai sekarang belum ada kelanjutannya. Seharusnya ini yang dilanjutkan pemerintahan Bukittinggi saat ini usulnya.

Saat itu Ramlan menyatakan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat merupakan salah satu fokus Pemko Bukittinggi.

Setelah berhasil meningkatkan suplay air melalui Embung Tabek Gadang, Ramlan melaui PDAM Tirta Jam Gadang, berencana mengambil sumber air dari Ngarai Sianok yang akan diolah Dan dialirkan menuju Panorama Baru.

Hal ini diharapkan Ramlan agar dapat menjadi solusi pemenuhan air bersih bagi masyarakat Panorama Baru, Bukik Apik, Panganak yang selama ini belum terlayani oleh PDAM.

Riyan yang juga merupakan Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Korwil Bukittinggi – Agam ini menambahkan bahwa Ramlan Nurmatias yang masih menjadi Walikota saat itu menjelaskan, program tersebut akan didanai oleh APBN. Tahap pertama, sebesar Rp 19,3 milyar Sedangkan untuk tahap dua, diperkirakan proyek itu menelan dana sebesar Rp 23 milyar.

Untuk itulah saat itu Ramlan mengajak masyarakat Panorama Baru duduak basamo, untuk mendukung suksesnya pelaksanaan proyek yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar warga tersebut, tutupnya.(*)

Bagikan:
Hubungi Pengacara