Ketua Perindo Bukittinggi Riyan Permana Putra Silaturahmi bersama Aktivis Senior Bukittinggi Young Happy
Bukittinggi — Ketua DPD Partai Perindo Kota Bukittinggi, Dr (c). Riyan Permana Putra, SH, MH, diajak bersilaturahmi oleh sejumlah tokoh adat dan aktivis senior Kota Bukittinggi, yakni Taufik Datuak Nan Laweh pada Senin, 2 Februari 2026 dan Young Happy pada Kamis, 5 Februari 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Silaturahmi ini mencerminkan keterbukaan komunikasi antara generasi muda dan para tokoh yang telah lama berkiprah dalam kehidupan sosial dan perjuangan masyarakat Bukittinggi.
Dalam pertemuan tersebut, aktivis senior menyampaikan pandangan serta masukan terkait pentingnya menjaga nilai, etika publik, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Salah seorang aktivis senior, Young Happy, menyampaikan apresiasi terhadap peran Riyan Permana Putra yang dinilai konsisten mengkritisi kebijakan Pemerintah Kota Bukittinggi secara terbuka dan argumentatif.
“Riyan berani menyuarakan kritik terhadap kebijakan Pemko, terutama terkait Pasar Atas, Pasar Banto, dan berbagai kebijakan lain yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat kecil. Kritik seperti ini penting agar kebijakan tidak berjalan tanpa koreksi,” ujar Young Happy.
Menurutnya, sikap kritis tersebut merupakan bagian dari demokrasi yang sehat dan seharusnya dipandang sebagai masukan, bukan ancaman. Ia menilai, kritik yang disampaikan Riyan selama ini tetap berada dalam koridor etika dan kepentingan publik.
Riyan juga menyampaikan apresiasi atas ajakan silaturahmi tersebut. Menurutnya, ajakan dari tokoh adat dan aktivis senior merupakan kehormatan sekaligus amanah moral yang harus dijaga.
“Silaturahmi dengan tokoh adat dan aktivis senior adalah pengingat bahwa perjuangan untuk kota perjuangan ini tidak boleh lepas dari nilai, pengalaman, dan kearifan lokal,” ujar Riyan.
Riyan menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan agenda politik praktis, melainkan ruang dialog dan tukar pikiran mengenai kondisi Bukittinggi saat ini, termasuk persoalan lingkungan, ekonomi rakyat, dan harmoni sosial.
“Politik dan hukum adalah jalan pengabdian. Tanpa mendengar pandangan para tokoh yang lebih dahulu berjuang untuk kota ini, langkah ke depan bisa kehilangan arah,” tambahnya.
Aktivis senior yang hadir menilai pentingnya komunikasi terbuka dengan generasi muda yang aktif di ruang publik, agar nilai adat dan semangat perjuangan sosial tetap terjaga di tengah dinamika politik dan pembangunan.
Silaturahmi tersebut diakhiri dengan kesepahaman untuk terus menjaga komunikasi dan mendorong terciptanya Bukittinggi yang berkeadilan, berbudaya, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.(*)

