Tunjuk Riyan Permana Putra sebagai Pengacara, Amril Ayah MS Sesuai Syar’i Tolak Pernikahan dengan M dan Kewaliannya Tak dapat Berpindah ke Wali Hakim

 

Bukitinggi — Sebagaimana dilansir dari banuaminang.co.id, terkait pemberitaan sebelumnya di banuaminang.co.id, yaitu tentang adanya surat keterangan penolakan dari KUA kecamatan Mandiangin Koto Salayan nomor 118/KUA.3.13.3/PW.01/03/2024 tanggal 28 Maret 2024, terkait permohonan nikah dari M dan MS.

 

Lalu perkembangan terbaru bahwa Amril ayah dari MS telah menunjuk Dr (c). Riyan Permana Putra, SH, MH, sebagai pengacara untuk menghadapi sidang di Pengadilan Agama Bukittinggi pada perkara Nomor: 41/Pdt.P/2024/PA.Bkt.

 

Riyan Permana Putra sendiri membenarkan info tersebut, bahwa ia telah ditunjuk menjadi kuasa dari Amril ayah MS yang menolak menikahkan anaknya dengan M seorang ASN Bukittinggi.

 

Riyan Permana Putra menyatakan Rasulullah SAW mengatakantidak ada Nikah tanpa wali artinya

perkawinan tidak sah apabila tidak disetujuioleh walinya (wali Akrob atau wali Ab’ad).

 

Riyan Permana Putra juga menjelaskan hanya wali aqrab saja yang berhak menikahkan perempuan yang dalam perwaliannya dengan orang lain. Demikianpula ia berhak melarangnya kawin denganseseorang. Jadi MS tidak dapat menikah tanpa izin Amril.

 

Dalamhal-hal semacam ini wali aqrob adalah yangberhak menjadi wali dan haknya tidak dapatberpindah kepada orang lain, hingga kepada

hakim sekalipun.

 

Dan Riyan Permana Putra meyakini penolakan Amril untuk menikahkan MS dengan M dengan alasan syar’i. Dan Riyan Permana Putra melanjutkan bahwa jika wali (Amril) menolak menikahkan anak perempuannya berdasarkanalasan syar’i, maka wali wajibditaati dan kewaliannya tidak berpindah kepada pihak lain (wali hakim).

 

Alasan syar’imenurut Riyan Permana Putra adalah alasan yang dibenarkan oleh hukumsyara, misalnya anak gadis wali tersebutdilamar orang lain dan lamaran ini belumdibatalkan, atau calon suaminya adalahkafir, atau orang fasik misalnya pezina dan

suka mabuk-mabukan. Jika wali menolak menikahkan anak gadisnya berdasarkanalasan syar’i seperti ini, maka wali wajibditaati dan kewaliannya tidak berpindah kepada pihak lain (wali hakim).

 

Sebelumnya sebagaimana dilansir dari banuaminang.co.id, sepertinya buntut dari pertengkaran keluarga akibat nikah siri antara MS dengan oknum ASN kota Bukittinggi M akan mengukir cerita baru.

 

Hari ini Amril ayah dari MS menyatakan bahwa dia menerima surat dari pengadilan agama Bukittinggi, yang dikirimkan melalui PT Pos pada (18/4).

 

Relaas panggilan nomor 41/Pdt.P/2024/PA.Bkt yang didaftarkan melalui aplikasi e-court, oleh MS. Dimana MS berdasarkan surat tersebut sekarang beralamat di Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kecamatan MKS, Kota Bukittinggi.

 

Setidaknya ada 12 dalil yang diajukan oleh MS untuk permohonan penetapan wali adhal kepada Pengadilan Agama Bukittinggi.

 

Surat dari Pengadilan Agama untuk Amril, pada poin ke 3 berbunyi: bahwa antara pemohon dengan Drs. M bin MMM saling mencintai, telah menjalin hubungan selama lebih kurang 5 bulan, dan telah sepakat untuk melangsungkan pernikahan tersebut.

 

Poin ke 4

 

Bahwa antara pemohon dan Drs. M bin MMM tidak ada halangan untuk melangsungkan pernikahan baik menurut hukum agama maupun hukum adat.

 

Poin ke 5

 

Bahwa untuk melaksanakan pernikahan tersebut nantinya, wali pemohon yang berhak adalah ayah kandung pemohon bernama Amril bin Ramali yang beralamat di..#####, akan tetapi ayah pemohon tersebut tidak mau untuk menikahkan atau menjadi wali dalam rencana pernikahan pemohon dengan Drs. M bin MMM dengan alasan, ayah kandung pemohon tidak menyukai calon pemohon Drs. M bin MMM.

 

 

 

Poin ke-6

 

Bahwa pemohon telah berusaha keras melakukan pendekatan kepada wali pemohon agar menikahkan pemohon dan calon suami pemohon, akan tetapi wali pemohon tetap pada pendiriannya tidak memberi izin dan menolak pernikahan, sehingga tidak ada jalan lain bagi pemohon selai ke Pengadilan Agama, dan pemohon ada melampirkan surat keterangan penolakan dari KUA kecamatan Mandiangin Koto Salayan nomor 118/KUA.3.13.3/PW.01/03/2024 tanggal 28 Maret 2024.

 

 

 

Poin nomor 7

 

Bahwa calon suami pemohon (Drs.M bin MMM) telah berusaha melakukan silahturahmi dengan menemui ayah kandung pohon, namun wali pemohon tidak mau mengizinkan.

 

 

 

Poin nomor 8

 

Bahwa pemohon dengan Drs. M bin MMM tetap dengan kesepakatan semula ingin melangsungkan pernikahan.

 

 

 

Poin nomor 9

 

Bahwa oleh karena wali pemohon tidak bersedia untuk menikahkan atau untuk menjadi wali dalam rencana pernikahan pemohon dengan Drs. M bin MMM, sedangkan pemohon dengan Drs. M bin MMM tetap bermaksud akan melangsungkan pernikahan, maka untuk dapatnya pemohon melaksanakan pernikahan tersebut, pemohon memerlukan penetapan dari pengadilan agama tentang enggan (adhal)nya wali pemohon.

 

Poin nomor 10

 

Bahwa pemohon menilai wali pemohon tidak beralasan untuk tidak mau menikahkan atau untuk tidak mau menjadi wali nikah pemohon, oleh karena itu wali pemohon tersebut enggan (adhal).

 

“Tapi mereka sudah nikah siri, dan malahan MS mengatakan bahwasanya dia (MS/red) telah mengandung anaknya M.” Ungkap Amril.

 

“Si MS nikah siri tanggal 12 bulan November 2023 dengan M (ASN kota Bukittinggi/red) dan wali yang menikahkan serta penghulunya adalah Mahyunir Katik Sutan. Sekarang mau menikah lagi dan disebut calon suami.” Lanjut Amril.

 

Insyaallah, saya akan memenuhi undangan dari Pengadilan Agama ini. Dan memberikan keterangan yang sebenarnya. Tutupnya.

 

Surat keterangan menikah (12/11/23) dan akta cerai (27/12/23)

 

Sementara Yersi (anak perempuan dari Amril/red) mengatakan bahwasanya MS sebelumnya adalah istri dari Edi dan mereka (MS dan Edi) bercerai pada tanggal 27 Desember 2023 berdasarkan Akta Cerai nomor 570/AC /2023/PA.Bkt.

 

“Sebelumnya tindakan ASN ini sudah kami laporkan ke pihak inspektorat Pemko Bukitinggi, namun sanksi dari Pemko Bukittinggi terhadap M ini belum juga kami dengar. Apakah memang tidak diberikan sanksi atau karena kedekatan antara M dengan pejabat- pejabat tinggi di daerah ini, karena katanya M ini sangat dekat dengan Bupati Agam, Wako Bukittinggi bahkan dengan Gubernur serta petinggi Polri dan TNI,” ungkap Yersi.

 

Sebelumnya sebagaimana dilansir dari banuaminang.co.id, sepertinya kasus dugaan nikah siri atas oknum ASN Kota Bukittinggi, akan terus berlanjut.

 

Dimana berdasarkan informasi yang diperoleh Banuaminang.co.id bahwasanya Edi Suparman adalah mantan suami dari MS, berdasarkan Kutipan Akta Nikah dari KUA Palupuh tanggal 9 Maret 2020 Nomor: 032/003/III/2020 dan Akta Cerai Nomor 570/AC/2023/PA.Bkt pada tanggal 27 Desember 2023. Hari ini Minggu, (7/4) telah hadir di Kota Bukittinggi.

 

Kedatangan Edi Suparman bukanlah menikmati indahnya Kota Jam Gadang ini, melainkan mendatangi pengacara yaitu Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Dr (cand). Riyan Permana Putra, SH, MH.

 

“Saya telah memberikan kuasa kepada Pengacara Riyan Permana Putra dan rekan, untuk membuat Laporan Pengaduan kepada kepolisian, atas hal ini,” ungkapnya kepada Banuaminang.co.id

 

Selanjutnya saya, sangat menyayangkan sikap pemerintah Kota Bukittinggi yang belum lagi menjatuhkan sanksi terhadap oknum ASN tersebut, lanjut Edi yang juga seorang jurnalis.

 

“Pemko Bukittinggi seakan-akan membiarkan kelakuan anggotanya, karena terlalu lama memutuskan perkara ini, yang jelas sudah bertentangan dengan agama dan adat. Bukankah Bukittinggi juga menjunjung falsafah Adaik Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, apalagi yang menjadi wali nikah MS bukanlah yang memenuhi rukun syarat dalam agama Islam. Karena bapak dan keluarga laki-laki dari MS masih hidup,” tambahnya.

 

Sementara itu, Riyan Permana Putra saat dihubungi melalui smartphone (7/4) membenarkan bahwasanya, memang benar Edi Suparman telah memberikan kuasa kepadanya.

 

Amril selaku orang tua dari MS merasa terpukul atas hal ini. Padahal saya masih hidup dan saat itu posisinya masih sebagai istri dari Edi, ungkapnya. Selanjutnya mengenai oknum ASN yang melaporkan dugaan penganiayaan ke Polresta Bukitinggi, Amril sangat menyayangkan karena malam itu telah ada perjanjian perdamaian. Apalagi yang dilaporkan itu adalah keluarga kandung dari MS, anak dari saudaranya (MS) dan juga keponakan saya, terangnya.

 

Kepala BKPSDM Kota Bukittinggi, Tedy Hermawan, ST, M.Sc menyatakan kepada Banuaminang.co.id (7/4) melalui WhatsApp. Bahwasanya oknum ASN atas nama “M” tersebut memang akan dijatuhkan hukuman disiplin berat. Tapi mengenai apakah bentuk sanksinya, saat ini menunggu SK diterbitkan. Mohon masyarakat dan insan pers bersabar, tutup Tedy.(Iing Chaiang/Jhoni S./Fendy Jambak)

 

Tunjuk Riyan Permana Putra sebagai Pengacara, Amril Ayah MS Sesuai Syar’i Tolak Pernikahan dengan M dan Kewaliannya Tak dapat Berpindah ke Wali Hakim

 

#EraBaruPasaman #HarimauPasaman #sumbar #minang #padang #padangpanjang #agam #batusangkar #painan #payakumbuh #dharmasraya #mentawai #padang #solok #solokselatan #pariaman #pasaman #lubukbasung #agam #limapuluhkota #pekanbaru #sawahlunto #pengacarabukittinggi #pkpaonline #upaonline #sumpahadvokat2023 #riyanpermanaputra #lbhbukittinggi #bukittinggi #konsultasigratis pengacara : advokat cerai pidana perdata tanah perumahan hutang piutang pemilu pilkada pelayanan publik waris pilkada umroh hutang piutang perbankan narkoba korupsi pengadilan agama

 

Selengkapnya di pengacarabukittinggi.blogspot.com & pengacarabukittinggi.com atau hubungi Whatshapp: https://wa.me/6281285341919

 

baritonagarinews.com, nuansanews.com, sumbarekspres.com, mediaindonesiaindependen.com, lensasumbar.com, wajahsumbar.online, rohanakudusnews.com

babegametroonline, dan

minangkabauku.online

triagranews.com

suluahnagari.com

 

Twitter dan instagram : minangkabauku

 

[Media Bukittinggi Agam – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) – Forum Pers Independen Indonesia (FPII) – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) – Pemerhati Jurnalis Siber (PJS)]

Bagikan:
Hubungi Pengacara