Bukittinggi – Dr (cand). Riyan Putra Putra, S.H., M.H., yang juga merupakan Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kota Bukittinggi ditunjuk menjadi pengacara tim pengembalian PT. Bank Nasional, yang mana merupakan bank yang pernah dirintis oleh 10 saudagar Minang dan juga ada peran Proklamator Bung Hatta dengan cara menyempurnakan AD/ARTnya di Bukittinggi.

Riyan yang juga merupakan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bukittinggi menyatakan bahwa para saudagar dan urang Minang di kota Bukittinggi pernah memiliki kebanggaan ketika berhasil mendirikan sebuah bank. Bank Nasional, demikian nama bank itu, ditegakkan tahun 27 Desember 1930 dan dirintis oleh 10 saudagar Minang dan juga ada peran Proklamator Bung Hatta dengan cara menyempurnakan AD/ARTnya di Bukittinggi.

“Kami akan berupaya untuk mengembalikan bank yang merupakan marwah dari orang Minang ini, sebelum Republik ini berdiri orang Minang telah memiliki bank sendiri. Bahkan majalah tempo edisi 13 Januari 1979 menyatakan Bank Nasional ini adalah bank swasta tertua di Indonesia serta dirintis oleh 10 saudargar Minang dan juga ada peran Proklamator Bung Hatta dengan cara menyempurnakan AD/ARTnya di Bukittinggi. Serta yang terpenting sekali Bank Nasional dapat dibangkitkan kembali karena dalam amanah surat Jendral Dahlan Djambek pada tahun 1950, supaya pemerintah membantu pengembalian PT. Bank Nasional karena telah berperan dalam membantu dana kemerdekaan,” katanya di Jalan Tan Malaka, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Rabu, (8/12/2021).

Dalam penjelasan tambahan dari Sekretaris Tim Pengembalian PT. Bank Nasional 1930 memberikan cerita yang lebih lengkap tentang pendiri PT. Bank Nasional sebagaimana juga terlampir dibuku 40 tahun Bank Nasional.

“Mengenai sejarah PT. Bank Nasional 1930, didirikan oleh 10 orang pedagang pribumi. Dan Bung Hatta hanya menyempurnakan Anggaran Dasar Tahun 1934. Untuk lebih lengkapnya kita bisa mengacu pada buku Peringatan HUT ke 40 Bank Nasional,” tambahnya.

Sebagaimana dilansir pula dari bakaba.co, sebagaimana ditulis Suryadi Sunuri, tujuan didirikannya bank di Bukittinggi untuk memajukan perekonomian rakyat yang tertindas di bawah penjajahan Belanda. Anwar Saidi berinisiatif menemui dan belajar kepada Dr. Soetomo mengenai seluk-beluk dunia perbankan.

Selain direstui Dr. Soetomo, bahkan Bung Hatta ketika kembali dari pembuangan di Banda Neira, bersedia mendidik tiga kader Bank ini, yaitu Munir, Bachtul Nazar, dan Damanoeri.

Dengan berbagai perubahan situasi dan pemimpin –setelah Anwar Sutan Saidi meninggal Juni 1976– Bank Nasional berkembang dengan membuka cabang di berbagai kota di Sumbar.(*)

Dr (cand). Riyan Permana Putra, S.H., M.H., Ditunjuk Menjadi Pengacara Tim Pengembalian Bank Nasional 1930

Bukittinggi – Dr (cand). Riyan Putra Putra, S.H., M.H., yang juga merupakan Ketua Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kota Bukittinggi ditunjuk menjadi pengacara tim pengembalian PT. Bank Nasional, yang mana merupakan bank yang pernah dirintis oleh 10 saudagar Minang dan juga ada peran Proklamator Bung Hatta dengan cara menyempurnakan AD/ARTnya.

Riyan yang juga merupakan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bukittinggi menyatakan bahwa para saudagar dan urang Minang di kota Bukittinggi pernah memiliki kebanggaan ketika berhasil mendirikan sebuah bank. Bank Nasional, demikian nama bank itu, ditegakkan tahun 27 Desember 1930 dan dirintis oleh 10 saudagar Minang dan juga ada peran Proklamator Bung Hatta dengan cara menyempurnakan AD/ARTnya.

“Kami akan berupaya untuk mengembalikan bank yang merupakan marwah dari orang Minang ini, sebelum Republik ini berdiri orang Minang telah memiliki bank sendiri. Bahkan majalah tempo edisi 13 Januari 1979 menyatakan Bank Nasional ini adalah bank swasta tertua di Indonesia serta dirintis oleh 10 saudargar Minang dan juga ada peran Proklamator Bung Hatta dengan cara menyempurnakan AD/ARTnya. Serta yang terpenting sekali Bank Nasional dapat dibangkitkan kembali karena dalam amanah surat Jendral Dahlan Djambek pada tahun 1950, supaya pemerintah membantu pengembalian PT. Bank Nasional karena telah berperan dalam membantu dana kemerdekaan,” katanya di Jalan Tan Malaka, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Rabu, (8/12/2021).

Dalam penjelasan tambahan dari Sekretaris Tim Pengembalian PT. Bank Nasional 1930 memberikan cerita yang lebih lengkap tentang pendiri PT. Bank Nasional sebagaimana juga terlampir dibuku 40 tahun Bank Nasional.

“Mengenai sejarah PT. Bank Nasional 1930, didirikan oleh 10 orang pedagang pribumi. Dan Bung Hatta hanya menyempurnakan Anggaran Dasar Tahun 1934. Untuk lebih lengkapnya kita bisa mengacu pada buku Peringatan HUT ke 40 Bank Nasional,” tambahnya.

Sebagaimana dilansir pula dari bakaba.co, sebagaimana ditulis Suryadi Sunuri, tujuan didirikannya bank di Bukittinggi untuk memajukan perekonomian rakyat yang tertindas di bawah penjajahan Belanda. Anwar Saidi berinisiatif menemui dan belajar kepada Dr. Soetomo mengenai seluk-beluk dunia perbankan.

Selain direstui Dr. Soetomo, bahkan Bung Hatta ketika kembali dari pembuangan di Banda Neira, bersedia mendidik tiga kader Bank ini, yaitu Munir, Bachtul Nazar, dan Damanoeri.

Dengan berbagai perubahan situasi dan pemimpin –setelah Anwar Sutan Saidi meninggal Juni 1976– Bank Nasional berkembang dengan membuka cabang di berbagai kota di Sumbar.(*)

Bagikan:
Hubungi Pengacara